Semarang


    Meneriaki Pohon

    Share

    n.e.a
    Born Family
    Born Family

    Female Jumlah posting : 35
    Age : 25
    Lokasi : rumah ortu
    nick mig33 : cintronella
    Facebook : ngenet mpe ketiduran
    Registration date : 12.11.08

    Meneriaki Pohon

    Post by n.e.a on 21st November 2008, 8:24 pm

    Cerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang terletak di Pasifik Selatan. Nah, penduduk primitif yang tinggal disana punya sebuah kebiasaan yang menarik yakni, meneriaki pohon.
    Untuk apa? Kebiasaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak. Inilah yang mereka lakukan, dengan tujuan supaya pohon itu mati. Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu. Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada dibawah pohon, mereka berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang dari empat puluh hari. Dan apa yang terjadi sungguh menakjubkan
    Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga mulai akan rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan dengan demikian, mudahlah ditumbangkan. Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguh aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Merelah telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya. Akibatnya dalam waktu panjang, mahluk hidup itu akan mati.
    Nah, sekarang apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif ini O..sangat berharga sekali! Yang jelas, ingatlah baik-baik bahw setiap kali anda berteriak kepada mahluk hidup tertentu maka anda sedang mematikan rohnya.

    Pernahkah kita berteriak pada anak kita?

    Ayo cepat! Dasar leletan!

    Bego banget sih.. Hitungan mudah begitu aja nggak bisa dikerjakan.

    Ayo, jangan main-main disini. Berisik! Bising!

    Atau, pernahkah kita berteriak kepada orang tua kita karena merasa mereka membuat kita jengkel?

    Kenapa sih makan aja berceceran?

    Kenapa sih sakit sedikit aja mengeluh begitu?

    Kenapa sih jarak dekat aja minta diantar?

    Mama, tolong nggak usah cerewet, boleh nggak?

    Atau, mungkin kitapun berteriak balik kepada pasangan hidup kita karena kita merasa sakit hati?
    * Cuih! Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu, tahu nggak?!
    * Bodoh banget jadi laki nggak bisa apa-apa!
    * Aduh. Perempuan kampungan banget sih?!

    Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya.
    * Eh tolol, soal mudah begitu aja nggak bisa
    * Kapan kamu mulai akan jadi pinter?

    Ingatlah, setiap kali kita berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka, ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan-lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan kita.

    Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan?! Nah, tahukah Anda mengapa orang
    yang marah dan emosional, menggunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter. Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begituuuu jauhnya. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak.

    Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai serta mematikan roh pada orang yang dimarahi karena perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas. Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita
    tetap ingin roh pada orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan teriakan-teriakan.

    Tapi, sebaliknya apabila Anda ingin segera membunuh roh pada orang lain ataupun roh pada hubungan Anda, selalulah berteriak. Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan semakin dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik sebagai balasannya. Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai tanpa harus berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita.


    Report this post

    pay
    STAFF FORUM
    STAFF FORUM

    Male Jumlah posting : 643
    Age : 30
    Lokasi : WC
    nick mig33 : gpk
    Registration date : 19.11.08

    Re: Meneriaki Pohon

    Post by pay on 11th December 2008, 9:06 pm

    bengak bengok ber jam2 sampek 40 dino :shock









    _________________

    gotrie_
    STAFF FORUM
    STAFF FORUM

    Male Jumlah posting : 618
    Age : 28
    Lokasi : pojokan omah
    nick mig33 : gotrie_
    Facebook : turu
    Registration date : 31.01.09

    Re: Meneriaki Pohon

    Post by gotrie_ on 9th February 2009, 5:44 pm

    bengoke nggo speker masjid rapopo :huh:


    _________________


    Sponsored content

    Re: Meneriaki Pohon

    Post by Sponsored content Today at 9:27 am


      Waktu sekarang 5th December 2016, 9:27 am