Semarang


    Pengayuh Becak Lulus S1 dengan IPK 3,01

    Share

    stvai
    HEAD FORUM
    HEAD FORUM

    Male Jumlah posting : 920
    Age : 30
    Lokasi : semarang kota rob
    nick mig33 : stvai
    Facebook : keong@myself.com
    Registration date : 12.11.08

    Pengayuh Becak Lulus S1 dengan IPK 3,01

    Post by stvai on 28th November 2008, 3:18 am

    Sehari-hari Wawan Kurniawan (28) hanyalah seorang pengayuh becak. Namun siapa sangka pria yang biasa mangkal di depan kantor pos Purworejo itu adalah seorang mahasiswa berprestasi. Sabtu (8/11), dia diwisuda dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,01. Berikut laporannya.

    Meski profesinya hanya tukang becak dengan pendapatan pas-pasan dan bahkan sehari-hari penghasilannya sering tidak bisa dipastikan, Wawan Kurniawan tetap punya prinsip dan slogan dalam hidupnya. ’’Optimistis dan jangan pernah menyerah tanpa usaha,’’ tandas warga RT 3 RW 8, Baledono Krajan, Purworejo itu.

    Ya, dengan semangat itulah, dia berhasil meraih cita-citanya menjadi mahasiswa yang berprestasi. Menurut dia, pengayuh becak hanyalah profesi. Dan, dia mengaku tidak malu menyandang profesi itu. Apalagi sejak kelas satu SMA dia memang sudah mengayuh becak.

    Setiap hari, pukul 05.00-pukul 17.00, pria yang lahir di Purworejo 24 Desember 1980 itu mangkal di depan kantor pos Purworejo. Sabtu (8/11), mahasiswa Fakultas Teknik Sipil di Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) ini diwisuda dengan IPK 3,01. IPK tersebut tertinggi di fakultasnya.

    Kemarin, dia sibuk mengurus ijazahnya karena akan digunakan untuk mendaftar CPNS di Pemkab Purworejo. Meski ada keinginan menjadi pegawai negeri, dia tetap masih punya niat melanjutkan kuliah di UGM Yogyakarta.
    Bagaimana dengan becaknya? ’’Ya, itu tetap akan saya pertahankan. Saya akan jadi pengayuh becak di Yogya,’’ katanya.

    Bagi dia, becak yang dipakai saat ini punya nilai sejarah tersendiri. Becak itu semula adalah milik kakaknya. Namun becak itu kemudian menganggur karena kakaknya masuk pesantren. Sejak tahun 1997, becak dia pakai untuk mencari nafkah. Tempat mangkal favorit adalah di depan kantor pos Purworejo.

    Dia mengungkapkan, penghasilan sebagai tukang becak ada pasang surutnya. Terkadang dalam sehari dia tidak mendapat uang sama sekali. Akan tetapi menjelang Lebaran lalu, Wawan pernah mendapat uang Rp 100 ribu/hari.
    Hasil jerih payahnya itu, sebagian dimanfaatkan untuk membayar uang kuliah, meski dia sadar seringkali penghasilannya masih kurang untuk biaya di perguruan tinggi. Seingat dia, pada tahun pertama membayar Rp 2 juta. Selanjutnya untuk biaya per semester Rp 750 ribu. ’’Ya, kalau kurang, saya pinjam teman,’’ tuturnya.

    Giat Belajar
    Untuk bisa belajar sambil bekerja, dia berusaha membagi waktu. Bila ada jam kuliah, dia berusaha masuk. Setelah itu kembali ke pangkalan becak. Kapan belajar? Menurut Wawan, belajar biasa dilakukan pada malam hari. Dia juga biasa membawa buku-buku kuliah di laci becak. Bila sedang tidak ada penumpang, dia memanfaatkannya untuk belajar. ’’Dulu pas ramai judi togel saya pernah dikira sedang meramal nomor. Padahal sedang belajar,’’ ujarnya.
    Selama menjadi tukang becak, kata dia, tentu ada suka dan dukanya. Dia sering mengantar teman sekampus atau dosen, namun Wawan mengaku tidak malu melakukannya.

    Dia juga pernah diberi uang Rp 170 ribu dari seorang warga Ngombol, Purworejo yang kini di Jakarta. Mulanya orang yang mengaku pensiunan polisi itu minta diantar dari Hotel Bagelen ke masjid di alun-alun. Ketika penumpang bertanya status dan pendidikan, dia jawab masih kuliah di UMP.

    Mungkin karena merasa kasihan, penumpang menyodorkan uang Rp 20 ribu. Keesokan harinya, dia ngobrol lagi dengan penumpang itu. Wawan pun diberi uang Rp 50 ribu untuk biaya kuliah. Beberapa saat setelah itu, orang yang sama menyempatkan datang ke rumahnya dan memberikan uang Rp 100 ribu.

    Tentang dukanya, menurut Wawan, dirinya pernah diminta mengantar seorang wanita ke Pasar Baledono, Purworejo. Sesampai di tempat tujuan, penumpang itu turun dan dia diminta menunggu. ’’Eh ternyata tidak nongol lagi,’’ ungkap anak ke-4 pasangan Ambari dan Chamidah itu.

    Meski lahir dari keluarga kurang mampu, karena ayah dan ibunya hanya berjualan es tape di alun-alun dan di rumah, semangat Wawan perlu ditiru.

    Sumber : Suara Merdeka


    _________________

    pay
    STAFF FORUM
    STAFF FORUM

    Male Jumlah posting : 643
    Age : 30
    Lokasi : WC
    nick mig33 : gpk
    Registration date : 19.11.08

    Re: Pengayuh Becak Lulus S1 dengan IPK 3,01

    Post by pay on 1st December 2008, 9:02 pm

    TETEP SMANGAT 45 clap


    _________________

    adis
    VIP Family
    VIP Family

    Female Jumlah posting : 536
    Age : 29
    nick mig33 : dizty_iked_cudz
    Registration date : 20.11.08

    Re: Pengayuh Becak Lulus S1 dengan IPK 3,01

    Post by adis on 17th December 2008, 5:00 pm

    MERDEKA!!!!!!! lol!

    h0taru
    STAFF FORUM
    STAFF FORUM

    Male Jumlah posting : 232
    Age : 28
    Lokasi : kLan mibu
    nick mig33 : Hotaru_koplak
    Facebook : t0ng pet
    Registration date : 20.11.08

    Re: Pengayuh Becak Lulus S1 dengan IPK 3,01

    Post by h0taru on 19th December 2008, 12:55 pm

    keren ya :yell:


    _________________
    THE DARK SIDE OF HOTARU

    chimenk
    New Family
    New Family

    Male Jumlah posting : 180
    Age : 21
    nick mig33 : chimenk
    Registration date : 07.12.08

    Re: Pengayuh Becak Lulus S1 dengan IPK 3,01

    Post by chimenk on 21st December 2008, 2:00 am

    hebat uiy lol!

    gotrie_
    STAFF FORUM
    STAFF FORUM

    Male Jumlah posting : 618
    Age : 28
    Lokasi : pojokan omah
    nick mig33 : gotrie_
    Facebook : turu
    Registration date : 31.01.09

    Re: Pengayuh Becak Lulus S1 dengan IPK 3,01

    Post by gotrie_ on 17th February 2009, 8:42 am

    Luar biasa :happy


    _________________


    Sponsored content

    Re: Pengayuh Becak Lulus S1 dengan IPK 3,01

    Post by Sponsored content Today at 9:27 am


      Waktu sekarang 5th December 2016, 9:27 am